Cari
English Version

DETAIL ARTIKEL
 

ALERGI DAN GEJALANYA
oleh : Redaksi [ 2008-06-11 06:23:48 ]

Gejala alergi ( tergantung organ yang terkena) :

  1. Alergi pada hidung (Rhinitis Alergika)

Gejalanya bersin berkali-kali, hidung terasa tersumbat dan gatal kemudian diikuti keluar ingus cair yang menetes terus menerus.

  1. Alergi pada mata (Konjungtivitis Alergika)

Gejalanya mata merah, gatal dan banyak mengeluarkan air mata kadang-kadang disertai bengkak pada kelopak mata dan lingkaran hitam di sekitar mata.

  1. Alergi pada paru-paru (Asma Bronkial)

Gejalanya biasanya batuk, sesak nafas yang diikuti dengan mengi (bunyi tiup waktu menghembuskan udara) yang sering timbul pada malam hari menjelang pagi. Hal tersebut bukan hanya disebabkan berkerutnya otot saluran nafas, tetapi juga akibat produksi mucus (lendir) di saluran nafas. Yang ekstrim, bisa juga timbul rasa kejang di dada, perasaan gelisah dan cemas.

  1. Alergi pada kulit
    1. Urtikaria ( Biduran/Kaligata)

Gejalanya: kulit menjadi hangat, berwarna pucat atau kemerahan, menonjol (bentol) setempat atau menyebar ke seluruh tubuh. Rasanya gatal, kadang-kadang seperti tersengat/tertusuk. Bila gejalanya hebat, timbul pembengkakan di daerah mata dan bibir (Angioedema)

    1. Eksim (Dermatitis Atopik)

Gejalanya pada bayi adalah rasa gatal dan kemerahan pada kulit pipi bila digosok-gosok dan digaruk-garuk akan cepat menjadi basah, mengelupas dan infeksi. Biasanya yang terkena kulit pipi, kepala dan menyebar ke pergelangan tangan, lipat siku dan tumit. Sedangkan pada orang dewasa adalah rasa gatal, sifat luka kering dan menebal biasanya terkena di tengkuk, pergelangan tangan, lipat siku dan tumit.

    1. Dermatitis Kontak

Gejalanya rasa gatal dan kemerahan pada kulit yang terkontak dengan bahan/allergen (kosmetik, obat, logam, dll)

    1. Sengatan serangga

Bagi orang yang peka/alergi, sengatan serangga/ binatang seperti tawon, lebah dan semut tertentu dapat menimbulkan gejala perasaan tidak enak, kaligata, tenggorokan bengkak, gejala asma, bahkan sampai pingsan dan kematian.

  1. Alergi pada saluran pencernaan (Muntah, Diare)

Gejalanya lebih sering terjadi pada bayi seperti muntah, kembung, kram perut, diare dan kadang-kadang tidak nafsu makan.

Ciri-ciri atopi /alergi :

  • Sering menunjukkan gejala turun-temurun
  • Mulai pada waktu remaja atau waktu kecil, umpamanya sejak bayi atau umur 2 atau 4 tahun
  • Sering timbul bersama-sama beberapa jenis alergi, misal asma dengan eksim
  • Menunjukkan kelainan pada pemeriksaan darah, ingus serta tes kulit yang positif.

Pada penderita dengan atopi, serangan timbul jika suatu allergen, ialah zat yang menyebabkan alergi, masuk ke dalam badan penderita oleh karena terhirup, termakan atau dengan jalan lain.

Faktor Penyebab

Alergen penyebab serangan asma/pilek pada penderita atopi/alergi, antara 70-80% adalah debu yang terdapat di dalam rumah. Sebetulnya penyebabnya adalah tungau yang berukuran 0,3 x 1,2 mm yang hidup dan berkembang biak di dalam debu rumah. Kutu/tungau itu disebut Dermatophagoides pteronyssinus dan banyak dijumpai di kasur, bantal, guling berisi kapuk, selimut karpet, mainan anak yang berisi kapuk atau berbulu, perabotan rumah tangga dll.

Pada sekitar 12% orang yang mempunyai tendensi alergi, paparan debu akan menimbulkan rasa gatal yang amat sangat pada hidung dan tenggorokan, mata membengkak merah dan gatal, hidung mengeluarkan cairan dan pilek, seringkali kesulitan bernafas atau asma.

Di samping debu rumah penyebabnya dapat pula serpihan kulit manusia. Kulit manusia, terutama kulit kepala, setiap hari melepaskan serpihan kulit, umpamanya saat menggaruk atau menggosok kulit. Jika jatuh ke sarung bantal untuk orang yang peka akan menimbulkan asma, atau pilek/bersin.

Begitu pula dengan serpihan kulit binatang (anjing, kucing, kuda, lembu dan ternak bersayap) juga spora bermacam-macam jamur (jamur tempe, oncom, jamur pada Air Conditioner), tepung sari tumbuh-tumbuhan.

Pada anak-anak, penyebabnya bisa makanan seperti udang, kepiting, cumi, juhi, telur, susu, coklat dll serta beberapa macam obat seperti penicillin, asetosal, piramidon, novalgin, dll. Penyebabnya dapat pula kegiatan fisik/jasmani seperti berolahraga berat.

Mengenai pengaruh terhadap tinggi badan

Pada beberapa kasus, masih sering digunakan kortikosteroid sistemik yang banyak menimbulkan efek samping termasuk menghambat pertumbuhan tinggi badan, terutama pada anak-anak yang sedang bertumbuh. Akan tetapi, saat ini telah berkembang beberapa klinik asma dan alergi yang mulai meninggalkan pengobatan kortikosteroid sistemik menjadi kortikosteroid local.

Pencegahan

  1. Hiduplah secara teratur. Hindarkan gangguan batin, keletihan berlebih dan kurang tidur.
  2. Cepat obati infeksi-infeksi seperti pilek, infeksi kerongkongan atau bronchitis.
  3. Hindari bau busuk dan keras, bau yang merangsang seperti cuka, belerang dll.
  4. Dilarang keras merokok, termasuk dekat dengan orang yang sedang merokok.
  5. Hindari menghisap asap seperti asap obat nyamuk, asap pembakaran sampah, dsb.
  6. Perubahan suhu mendadak seperti dari kamar panas keluar ke hawa dingin atau sebaliknya dapat menyebabkan serangan asma.
  7. Hindarkan beberapa makanan dan minuman yang merangsang selaput lendir kerongkongan sehingga menyebabkan batuk dan sesak. Misalnya: es, minuman / makanan dingin, buah-buah bergetah seperti sawo, nangka, duku, lengkeng dsb.

PENGOBATAN

  1. Menghindari/menghilangkan factor penyebab dari lingkungan penderita. Misalnya, melalui pemeriksaan tes kulit atau pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui jenis allergen yang mengganggu penderita.
  2. Mengurangi rangsangan pada jaringan tubuh,misalnya dengan pemberian obat-obat yang dapat mengurangi gejala.
  3. Mengurangi reaksi kekebalan dengan Imunoterapi (Desensibilisasi, Disensitisasi)
  4. Penderita asma dianjurkan untuk menjadi anggota perkumpulan asma. ).(SUMBER KLINIK ASMA DAN ALERGI)